Senin, 30 Oktober 2017

FASAD FIL ‘ARDH: PENAFSIRAN AYAT DAN ANALISIS KONTEKSTUAL



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Dalam Q.S al-Baqarah [2]: 30, terdapat suatu dialog yang menarik antara Allah dan Malaikat. Malaikat, dengan nada semacam “keberatan”, mempertanyakan alasan Allah yang ingin menciptakan khalifah di muka bumi.[1]Apakah engkau hendak menjadikan di (bumi) siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah…”,[2] itulah pertanyaan dari malaikat yang kemudian dijawab oleh Allah, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” [3] Peradaban silih berganti, namun dialog antara Allah dan malaikat masih bergema dan tetap segar. Banyaknya bukti kerusakan di muka bumi dengan segala ragamnya, seakan membenarkan pertanyaan dan kekhawatiran dari malaikat. Namun, di lain sisi, terdapat suatu rahasia Allah yang tidak terjangkau hakikatnya oleh malaikat itu. Ada satu fakta menarik yang ditulis Will Durrant dan Ariel dalam buku The Lesson of History pada tahun 1968. Mereka menulis bahwa sejak 3.421 tahun lalu, hanya 286 tahun yang berlalu tanpa perang. [4] Itu baru kerusakan yang dalam bentuk perang, belum termasuk kerusakan dalam bentuk yang lain.
Dari latar belakang tersebut, penulis akan mencoba membahas mengenai bentuk-bentuk kerusakan yang terjadi di muka bumi dan dampak-dampaknya, ditinjau dari pandangan mufassir dan ilmu-ilmu pengetahuan yang terkait.