Sabtu, 22 Juli 2017

Ulumul Qur'an Abad ke 6



PENDAHULUAN

           Pada abad ke-6 H cabang-cabang ‘Ulumul Quran sudah banyak dan terus bertambah. Di samping banyak ulama yang melanjutkan pengembangan ilmu-ilmu Alquran yang telah ada, lahir pula Ilmu Mubhamat al-Qur’an. Adapun tokoh-tokoh ilmu Al-Qur’an abad ke-6 diantaranya adalah Abdul Qasim ‘Abdur Rahman yang terkenal dengan nama As-Suhaily (wafat tahun 581 H). Kitabnya bernama Mubhamatul Qur’an atil Qur’an minal asma-i wal A’lam. Kemudian Ibnu Djauzi (wafat tahun 597 H). Beliau menyusun kitab Fununul Afnan fi ‘adja-ibi ‘ulumul Qur’an Al-Mudjtaba i ‘Ulumin Tata’allaqu bil Qur’an. Kemudian Ar-Raghib Al-Ashfahani dengan kitab Mufradatul Qur’an.


Jumat, 21 Juli 2017

Ulumul Qur'an Abad ke 5


                                                           PENDAHULUAN
 
Latar Belakang Masalah
Sejarah munculnya istilah ulumul qur’an menurut para  Ulama berbeda-beda. Dari pendapat-pendapat yang ada tentang Ulumul Quran itu tidak sama, salah satunya yaitu :menurut Imam Al-Zarqoni bahwa istilah Ulumul Quran ini muncul bersamaan dengan munculnya kitab Al-Burhan fi Ulumul Quran karya Ali Ibrahim Ibnu Sa’id yang terkenal dengan sebutan al-khufi. Kitab tersebut ada 30 jilid. Kitab ini ditulis pada abad ke-5 H. Berdasarkan hal ini Al-Zumaroh berpendapat bahwa istilah Ulumul Quran lahir pada abad ke-5 H.Selain itu ,pada abad V H  pula mulai disusun Ilmu I’rabil Quran dalam satu Kitab. Disamping itu, penulisan kitab-kitab dalam Ulumul Quran masih terus dilakukan oleh para Ulama pada masa ini.Adapun Ulama yang berjasa dalam pengembangan Ulumul Quran pada abad V ini, antara lain :  Ali bin Ibrahim bin Sa’id al-Chufi selain mempelopori penyusunan I’rabil Quran, ia juga menyusun kitab al-Burhan fi Ulumil Quran. Abu ‘Amr al-Dani menyusun kitab al-Taisir fil Qiroatis Sab’i dan kitab al-Muhkam fi al-Nuqoti.maka dari itu kita akan mengulas sedikit tentang beberapa  uluma’  ulumul qur’an abad ke-V Hijriyah  yang menonjol diatas.Supaya kita sedikitnya mengetahui bukti-bukti dari karya dan ulama’ pada saat itu,bahwa abad ke V  sudah ada istilah ulumul qur’an.



Pengaruh Agama Hindu dalam Pembentukan Moral Manusia (Korupsi Perspektif Hindu)



PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang

Jauh sebelum manusia dilahirkan (masih berupa benih), pengakuan tentang adanya Tuhan itu telah ada dalam uraian fitrah manusia terhadap agama. Sebagaimana Allah menerangkan dalam QS. Al-A’rof ayat 172
“dan (ingatlah),  ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"
Sayangnya, pemikiran manusia yang siap untuk mempercayai Tuhan kurang mampu untuk menetapkan siapa dan bagaimana Tuhan itu sebenarnya. Oleh karena itu, timbullah anggapan berbagai Tuhan menurut pendapat dan pendahulu masing-masing.
Orang yang memeluk agama berarti memiliki keyakinan yang mengandung ajaran-ajaran untuk wajib dilakukan bagi pemeluknya. Dalam makalah ini akan membahas tentang pengaruh ajaran hindu terhadap moral khususnya dalam tindakan korupsi.